Lembaga Studi Agama dan Filsafat

Lembaga Studi Agama dan Filsafat
Rabu, 10 Maret 2010
Program LSAF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail

  • LSAF adalah forum studi dan komunikasi tentang masalah-masalah agama, kebudayaan, filsafat dan sosial.
  • Sebagai forum studi dan komunikasi LSAF mengundang para ahli, cendekiawan, dan peminat masalah-masalah tersebut di atas untuk mengkomunikasikan gagasan-gagasan dan pemikiran dalam forum-forum diskusi dan seminar.
  • LSAF juga menerbitkan majalah/jurnal di mana gagasan dan pemikiran-pemikiran di atas dapat dipublikasikan dan disosialisasikan secara lebih luas. Dalam jangka panjang LSAF juga menerbitkan buku-buku dan memiliki perpustakaan sebagai media dokumentasi dan informasi yang dapat dimanfaatkan oleh para peminat yang memerlukannya.
 
Sejak LSAF berdiri, LSAF memfokuskan kegiatannya pada wacana-wacana  sosial, politik, dan keagamaan, seperti demokrasi, pluralisme, civil society, toleransi antarumat beragama, kesetaraan jender, pendidikan anak dan perempuan, politik Islam, partai Islam, dan lain sebagainya. Wacana-wacana tersebut diprogramkan melalui berbagai kegiatan, seperti penelitian, seminar, training, workshop, penerbitan, jaringan, dll. Selain itu, hasil dari kegiatan tersebut pemikirannya dipublikasikan melalui jurnal Ulumul Qur’an.
Selengkapnya...
 
Struktur Organisasi Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail

   Dewan Pendiri  
   |  
Dewan Kehormatan

 Dewan Pengurus Yayasan

Dewan Pembina LSAF
   |  
  Direktur Pelaksana
  
  

|

 

 Administrasi Pembukuan 


||||
|
Devisi Islam & Civil Society
Devisi Pluralisme & Demokrasi
Divisi
Trafficking &
Pendidikan Anak
 
Divisi
Informasi and Dokumentasi 
Divisi
Pengembangan Organisasi &
Jaringan

Selengkapnya...
 
Visi dan Misi Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail

Proses Moderinisasi dan pembangunan yang sedang berlangsung telah menimbulkan perubahan dan implikasi-implikasi terhadap nilai-nilai hidup dalam masyarakat. Perubahan dan implikasi-implikasi tersebut dapat dipahami, karena modernisasi dan pembangunan itu sendiri membawa nilai-nilai tertentu.

Di antara implikasi yang ditimbulkan oleh proses ini adalah kegoyahan dan kebimbangan masyarakat dalam menentukan kerangka orientasi untuk mengartikan makna hidup dan kerja serta perubahan yang sedang terjadi. Kerangka orientasi tersebut biasanya didapatkan dalam nilai-nilai agama dan kebudayaan.

Selengkapnya...
 
Sejarah dan Perkembangan Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Pada pertengahan 1983 di Empang Tiga (Jakarta), terjadi diskusi kecil yang berawal dari adanya kegelisahan intelektual dalam melihat berbagai fenomena social, khususnya persoalan pembangunan di Negara-negara berkembang. Kegelisahan itu berasal dari munculnya pandangan tentang model-model pembangunan yang diterapkan, di mana pada dirinya juga membawa nilai-nilai di mana model, strategi dan pendekatan pembangunan tersebut ditemukan.

Untuk mengkaji persoalan-persoalan itu muncullah sebuah gagasan untuk melihat pada nilai-nilai apa apa yang menjadi landasan suatu Negara dalam menerapkan sebuah model, strategi dan pendekatan-pendekatan di dalam membangun maysarakat, bangsa dan Negara. Pada perkembangannya kemudian kegiatan diskusi informal tersebut untuk membentuk sebuah lembaga studi. Maka pada 16 Desember 1983 dibentuklah sebuah lembaga studi yang diberi nama Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF).

 
Profil Lembaga: Pengantar Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Proses Moderinisasi dan pembangunan yang sedang berlangsung telah menimbulkan perubahan dan implikasi-implikasi terhadap nilai-nilai hidup dalam masyarakat. Perubahan dan implikasi-implikasi tersebut dapat dipahami, karena moderenisasi dan pembangunan itu sendiri membawa nilai-nilai tertentu. Di antara implikasi yang ditimbulkan oleh proses ini adalah kegoyahan dan kebimbangan masyarakat dalam menentukan kerangka orientasi untuk mengartikan makna hidup dan kerja serta perubahan yang sedang terjadi. Kerangka orientasi tersebut biasanya didapatkan dalam nilai-nilai agama dan kebudayaan.

Pembangunan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia seutuhnya dan mewujudkan masyarakat adil dan makmur membutuhkan peranan agama dan kebudayaan sebagai kerangka orientasi untuk mengarahkan dan membimbing masyarakat ke arah cita-cita dan tujuan nasional.

Usaha untuk menempatkan nilai-nilai agama sebagai kerangka orientasi dapat dilakukan jika para penganutnya dapat memfungsikan agama sebagai kekuatan pendorong ke arah perkembangan yang positif.

Penempatan agama semacam ini menuntut para penganut agama untuk memahami dan mengakrabi persoalan-persoalan mesyarakat secara utuh dan menyeluruh. Usaha ini dapat diwujudkan dalam bentuk telaah agama, kebudayaan, filsafat, dan perubahan sosial dalam pembangunan. Selain itu dapat dilakukan penelitian dan pengembangan masyarakat sampai penyusunan konsep-konsep kemasyarakatan yang disumbangkan begi pembangunan.

Dengan latar belakang di atas, didirikan Yayasan Studi Agama dan Filsafat pada tanggal 16 Desember 1983 yang bertujuan untuk menggali dan mengembangkan pemikiran-pemikiran dalam ikut mewujudkan masyarakat beriman, berilmu dan beramal sebagai berikhtiar menuju tercapainya cita-cita pembangunan bangsa. Yayasan ini merupakan badan independen tidak berafiliasi kepada ormas, organisasi keagamaan dan partai politik manapun dan tidak bertujuan mencari keuntungan. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Yayasan bekerjasama dengan lembaga dan perorangan di dalam dan luar negeri.

 
Copyright (c) 2007, LSAF - Lembaga Studi Agama dan Filsafat