- LSAF adalah forum studi dan komunikasi tentang masalah-masalah agama, kebudayaan, filsafat dan sosial.
- Sebagai forum studi dan komunikasi LSAF mengundang para ahli, cendekiawan, dan peminat masalah-masalah tersebut di atas untuk mengkomunikasikan gagasan-gagasan dan pemikiran dalam forum-forum diskusi dan seminar.
- LSAF juga menerbitkan majalah/jurnal di mana gagasan dan pemikiran-pemikiran di atas dapat dipublikasikan dan disosialisasikan secara lebih luas. Dalam jangka panjang LSAF juga menerbitkan buku-buku dan memiliki perpustakaan sebagai media dokumentasi dan informasi yang dapat dimanfaatkan oleh para peminat yang memerlukannya.
Sejak LSAF berdiri, LSAF memfokuskan kegiatannya pada wacana-wacana sosial, politik, dan keagamaan, seperti demokrasi, pluralisme, civil society, toleransi antarumat beragama, kesetaraan jender, pendidikan anak dan perempuan, politik Islam, partai Islam, dan lain sebagainya. Wacana-wacana tersebut diprogramkan melalui berbagai kegiatan, seperti penelitian, seminar, training, workshop, penerbitan, jaringan, dll. Selain itu, hasil dari kegiatan tersebut pemikirannya dipublikasikan melalui jurnal Ulumul Qur’an.
Namun, sejak tahun 1999, penerbitan ulumul Qur’an ini terhenti karena persoalan dana. Pada periode 1997-2000, seiring dengan menguatnya gerakan civil society dalam menumbangkan rezim Orde Baru, program LSAF difokuskan pada pengauatan civil society Indonesia, terutama civil society yang berbasiskan keagamaan. Waktu itu, program untk civil society tersebut mengusung satu tema besar, yaitu: Religion and Civil Society: Progress, Justice and Democracy. Program ini terlaksana berkat kerja sama dengan The Asia Foundation (TAF). Program-program tersebut meliputi beberapa kegiatan sebagai berikut: - Tahun pertama: studi teoretis, studi lapangan, seminar dan workshop, penyusunan modul latihan, dan training strategi penguatan civil society di Indonesia untuk kalangan pengajar di perguruan tinggi yang dilaksanakan di Universitas Islam’ 45 Bekasi dan Universitas Muhammadiyah Malang. Hasil kegiatan tersebut menghasilkan buku Pembangunan Masyarakat Madani dan Tantangan Demokratisasi di Indonesia
- Tahun Kedua: lebih memfokuskan programnya pada studi analisis wacana perbandingan tentang visi dan misi Ormas dan LSM berbasis keagamaan (Islam, Katolik, Protestan, serta Budha). Hasil program ini menghasilkan buku yang berjudul: Visi dan Misi Gerakan Keagamaan dalam Penguatan Civil Society di Indonesia.
- Tahun Ketiga: seiring dengan jatuhnya rezim Orde Baru, LSAF memfokuskan pada penguatan political society, terutama partai-partai yang berbasiskan agama untuk berpartisipasi dalam proses demokratisasi. Kegiatannya berupa, workshop, diskusi public, dan penerbitan buku: Indonesia dalam Transisi Demokrasi.
- Dengan USAID/OTI dari Maret –Agustus menyelenggarakan acara Roundtable Discussion dengan tema “Indonesia dalam Transisi Menuju Demokrasi”.
- Pada periode selanjutnya (2000-2005), Kegiatannya yaitu hanya berupa diskusi, seminar, dan penerbitan buku, sebagai bentuk respon problem yang ada dalam masyarakat, seperti:
- Diskusi kerukunan antarumat beragama dan peran LSM/Organisasi berbasis Keagamaan (Januari 2000).
- Penerbitan buku Visi dan Misi Organisasi Keagamaan dan LSM Berbasis Agama dalam Penguatan Civil Society di Indonesia (Maret 2000).
- Monitoring Hubungan Antarumat Beragama di tiga kota: Tasikmalaya, Malang, dan Mataram (Mei-Agustus 2000).
- Seminar dan Lokakarya “Posisi umat Islam terhadap Utang Indonesia” bekerja sama dengan INFID (9-10 Agustus 2000).
- Islam dan Kampanye anti Perdagangan Anak dan Perempuan (bekerjasama dengan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Juni 2002).
- Nasionalisme dan Merajut Kembali Nilai-nilai Kebangsaan (2003).
- Diskusi Reboan yang bertempat di LSAF tentang berbagai isu, seperti masalah gender, trafficking dalam perspektif agama-agama, politik Islam: substansialisme versus fundamentalisme, Public Religion, Wajah Indonesia Baru, Trafficking antara Telogis dan tantangan Realitas, dan lain sebagainya (2000- hingga kini).
- Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Anak di Kalangan Muballighat Persatuan Islam (Persis) Bandung, Jawa Barat, kerjasama antara LSAF – UNICEF ( Oktober 2006 – September 2007)
- Pada pertemuan Yayasan LSAF pada tanggal 18 Januari 2006, disepakati agar LSAF memiliki program-program yang bersifat langsung menyentuh problem yang ada di masyarakat, misalnya masalah pendidikan, akses ekonomi masyarakat pedesaan, pemberdayaan masyarakat pesantren, pengembangan peran perempuan dan anak, pembentukan crisis center trafficking, dan lain-lain, selain kegiatan-kegiatan yang bersifat memberikan pengetahuan dengan berbagai kegiatan, seperti penerbitan, seminar, training, workshop, dan lain-lain.
|